Ternyata Takut Neraka Bisa Buat Manusia Sulit Tertawa. Inilah Penjelasannya

Namecheap.com
Panasnya api neraka tentu menjadi hal yang ditakuti oleh semua orang. Di tempat ini, Allah SWT akan menghukum mereka yang tidak beriman dengan balasan yang amat pedih dan tidak bisa dibayangkan kedahsyatannya.


Gambaran neraka yang penuh dengan kehinaan, kerendahan dan siksaan tanpa pertolongan ini membuat banyak kaum muslim yang kemudian berlomba-lomba mengerjakan amalan kebaikan agar tidak menjadi salah satu penghuninya.

Selain dengan mengerjakan segala perintah Allah, ternyata ada di antara kaum muslim yang tidak mau lagi tertawa karena takut akan neraka. Bagaimana kisah teladannya? Berikut informasi selengkapnya mengenai takut neraka bisa buat manusia sulit tertawa.

Ismail al Sadiy berkata: al Hajjaj berkata kepada Sa’id ibn Jabir: “Telah sampai kabar kepadaku bahwa kamu tidak pernah tertawa sedangkan neraka Jahannam telah menyala. Belenggu-belenggu di dalamnya sudah ditegakkan dan Malaikat Zabaniyah telah di siapkan.”

Utsman ibn Abd al Hamid berkata: Terjadi kebakaran di tetangga Ghazwan. Lantas dia pergi untuk membantu memadamkan api. Ternyata ada bunga api yang membakar salah satu jarinya. Dia berkata “Aku telah disakiti oleh api dunia. Demi Allah, orang-orang tidak akan melihat aku tertawa sampai aku tahu bahwa Allah menyelamatkan aku dari api Jahannam atau tidak.”

Bahkan ada sekelompok ulama salaf yang telah berjanji kepada Allah SWT untuk selama-lamanya sampai mereka mengetahui kemana mereka akan ditempatkan di akhirat kelak, di surga ataukah nereka. Di antara sekelompok ulama salaf itu antara lain Hammamah al Dausiy, al Rabi’ ibn Kharras dan saudaranya Rabi’iy, Aslam al-‘Ijliy, Wuhaib ibn al Ward dan masih banyak lagi yang lain.

Yazid al Raqasyi , meriwayatkan dari Anas, dia berkata: “Ketika Allah mengisra’kan Nabi Muhammad SAW bersama dengan malaikat Jibril, tiba-tiba Rasulullah SAW mendengar bunyi sesuatu yang jatuh. Beliau bertanya kepada malaikat Jibril: “Wahai Jibril, bunyi apakah itu?” Jibril menjawab: “(Itu bunyi) batu yang dikirim oleh Allah dari dasar Neraka Jahannam. Allah telah menjatuhkannya sejak tujuh puluh tahun silam. Dan baru terdengar terdengar suara jatuhnya sekarang ini. Anas berkata: Maka Rasululah SAW semenjak itu tidak pernah tertawa kecuali hanya tersenyum manis. Diriwayatkan oleh Ibn Abi al Dunya dan para perawi lain. Sedangka Yazid al Raqasyi adalah seorang tua yang salih, akan tetapi tidak begitu menghafal hadis.

Al Thabaraniy meriwayatkan dengan sanad dhaif sampai kepada Abu Sa’id al Khudzriy, dari Nabi Muhammad SAW dengan periwayatan menurut artinya secara garis besar. Di dalam hadis tersebut dia berkata: Rasulullah SAW tidak pernah terlihat tertawa sampai ruh beliau dicabut. Tidak hanya Rasulullah, bahkan malaikat juga tidak pernah tertawa semenjak Jahannam diciptakan oleh Allah SWT.

Didalam hadis Abu Dzar al Thawil yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW disebutkan: Aku berkata: “Wahai Rasulullah, apakah isi shuhuf Nabi Musa as.?” Nabi SAW menjawab: “Isinya adalah ungkapan-ungkapan. Semua ungkapan tersebut membuat orang-orang yang yakin akan kematian akan tercengang namun merasa gembira. Serta membuat orang-orang yang yakin akan neraka tercengang, namun mereka masih bisa tertawa.” Dia menyebutkan hadis yang cukup panjang. Diriwayatkan oleh Ibn Hibban di dalam kitab Sahihnya. Demikian juga dengan para perawi lain juga meriwayatkan hadis tersebut.

Demikianlah infromasi mengenai takut neraka membuat sulit tertawa. Sebagai kaum muslim seharusnya kita memiliki rasa ketakutan atas pembalasan dari Allah di neraka yang menjadi tempat pembalasan bagi kaum musyrikin kelak. 

Kurangilah perbuatan yang tidak penting seperti tertawa, dan perbanyaklah amal ibadah.

Subscribe to receive free email updates: